Di Tengah Wabah Virus Corona, Pasar Tradisional di Probolinggo Sepi Pengunjung

Suasana Pasar Paiton, Faisol/urbanjatim.com

Urbanjatim.com, Probolinggo – Wabah virus corona (Covid-19) masih menjadi keresahan negara di dunia, termasuk di Indonesia. Alhasil, berbagai kebijakan pun dilakukan oleh pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah guna mengatasi semakin merebaknya virus tersebut. Tak ayal, Corona menjadi ruang utama di setiap pemberitaan dan bahan obrolan di masyarakat. Apalagi jumlah kasus terinfeksi, angka kematian, hingga pasien sembuh masih terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Namun terkadang kasus Corona ini menjadi bahan bagi oknum tertentu untuk menyebarkan isu Hoax. Seperti halnya yang terjadi di Pasar Paiton dan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Isu Hoax yang tersebar bahwasanya dua pasar tersebut ditutup gara-gara virus Corona. Alhasil efek dari isu Hoax tersebut Pasar menjadi sepi pengunjung.

“Berita hoax itu berawal dari status whatsAap seseorang yang mengatakan Pasar Paiton dan Kotaanyar ditutup karena virus Corona. Status whatsapp tersebut lalu di screnshoot dan dikirim ke salah satu group WhatsApp. Disitulah berkembangnya kabar isu Hoax tersebut. Dampaknya pasar menjadi sepi pengunjung,” terang Nurul Huda, Koordinator Pasar Paiton, Selasa (24/3) pagi.

Ia pun menegaskan, dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo tidak ada imbauan maupun instruksi penutupan pasar.

“Harapan kami kepada pedagang maupun pengunjung, bila ada informasi seperti itu lagi agar diklarifikasikan ke pihak pasar. Biar jelas kebenarannya,” pintanya.

Sementara itu, Suparman salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Paiton mengatakan akan terus berjualan. Ia mengaku lebih takut ke cicilan hutang dari pada virus Corona.

“Andaikan nanti terjadi lockdown, kami berharap kebijakan itu juga diberlakukan juga kepada Perbankan. Agar tidak melakukan penagihan hutang selama tenggat waktu yang ditentukan. Sebab efek lockdown akan melumpuhkan perputaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here