Misi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Bondowoso melalui Program Keluarga Harapan (PKH)

Foto Bersama di lokasi Home Industri Tape Siti Makrifah. Dari kiri Korwil PKH Jatim 1 Zainul Arifin, KPM PKH Siti Makrifah, Alek Pendamping Sosial PKH Kec. Binakal, SPV PKH Dwi Fany

Urbanjatim.com, Bondowoso – KPM Menangkap Peluang Home Industri Tape menuju Graduasi, begitulah kalimat yang digaris bawahi oleh Koordinator Wilayah Jatim PKH dalam akun Instagramnya @noelbwsjatim sebagai judul potingannya. Hal itu di tujukan untuk memberi apresiasi terhadap Pendamping Sosial yang telah berhasil atas upaya graduasi mandiri peserta PKH (yang bias disebut Keluarga Penerima Manfaat / KPM).

Kali ini giliran Siti Makrifah yang beralamatkan di Dusun Karang Tengah RT 007 RW 006 Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso menyatakaan mengundurkan diri dari kepesertaannya sebagai penerima PKH. Siti Makrifah adalah istri dari Subairi yang dikaruniai dua puteri. Pertama, Wardatul Jannah masih duduk di bangku SMP dan kedua Naila Wahyuni yang saat ini masih balita. Keluarga ini menjadi peserta PKH sejak Tahun 2018.

Selama tiga tahun merima manfaat Program Keluarga Sejahtera akhirnya keluarga ini menyatakan mengundurkan diri dari kepesertaan karena sudah merasa berkehidupan lebih baik dari sebelumnya. Siti Makrifah dan keluarga menekuni Home Industri Tape dengan penghasilan 3-5 Juta per bulan.

Kini Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Siti Makrifah telah didukung oleh 5 orang pekerja dan dua unit mobil pick up. 1 mobil khusus mengangkut bahan baku (singkong) dan mobil yang satunya khusus pengiriman tape. Selain Home Industri Tape saat ini Siti Makrifah juga merintis toko klontong/peracangan.

Dikutip dalam posting Instagram @noelbwsjatim tersebut, Siti Makrifah mengucapkan terima kasih kepada Kemensos yang selama ini telah memberi bantuan terhadap dirinya serta kepada pendamping PKH saudara Alek yang telah melakukan pendampingan dan bimbingan selama ini.
Graduasi Mandiri terhadap KPM / Peserta PKH telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Diungkap oleh Supervisor PKH kamis, 25/06 saudara Dwi Fany bahwa “berdasarkan data PPKH Bondowoso di Tahun 2019 Pendamping Sosial dilingkungan Kabupaten Bondowoso telah berhasil mengupayakan Graduasi Mandiri KPM PKH sebanyak 600 Keluarga.

Kami SDM PKH Bondowoso terus bekerja keras mewujudkan target Kementerian Sosial untuk 10% graduasi dari seluruh jumlah Keluarga Penerima Manfaat, untuk itu Pendamping Sosial dituntut fokus terhadap upaya peningkatan kesejahteraan KPM melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2 / FDS) dan terus mendorong terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) E-Warong PKH ataupun Unit Usaha Mandiri”. Dia juga mencontohkan upaya Graduasi Mandiri terhadap KPM PKH sekalipun sulit tetap bisa dilakukan, “semisal ibu Siti Makrifah yang merintis usaha sekitar tiga tahun yang lalu, dimana beliau baru menjadi Peserta PKH. Tapi sekarang sudah berpenghasilan sampai 5 juta setiap bulan, sudah bisa beli dua unit mobil pick-up karena sudah bisa menjual produk tape-nya kurang lebih 6 kwintal per hari”. (Eb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here