Camat Pakuniran Probolinggo, Apresiasi 3 Warga Desa Bimo yang Mengembalikan BLT-DD

Camat Pakuniran, Hari Pribadi bersama dengan Kapolsek dan Danramil Pakuniran, saat di wawancara. (faisol/Urbanjatim.com)

Urbanjatim.com, Probolinggo – Ada kejadian unik dalam pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Bimo Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, ada 3 warga desa setempat yang mengembalikan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Pemerintah Desa.

Ketiga orang tersebut yakni Apriliya Rosindi, warga Dusun Pasar 1, Rt 05 Rw 03; lalu Sriwahyuni, warga Dusun Krajan 1, Rt 03 Rw 02; dan Yuni Astutik, warga Dusun Krajan 2, Rt 04 Rw 02, Desa setempat.

Alasan mereka bertuga mengembalikan bantuan sebesar Rp. 600 ribu itu kepada pemerintah desa yakni mereka sadar masih ada warga yang lebih berhak menerima dari pada mereka, meskipun mereka juga membutuhkan bantuan tersebut karena dampat dari Covid-19.

Apa yang dilakukan oleh ketiga warga desa Bimo Kecamatan Pakuniran itu mendapatkan Apresiasi dari Hari Pribadi camat Pakuniran, Pasalnya menurut Hari pada saat ini banyak sekali masyarakat yang berharap mendapatkan bantuan karena dampak Covid-19, namun tidak dengan ke-tiga warganya tersebut.

“Menurut saya pribadi sebenarnya mereka layak dan pantas mendapatkan bantuan ini, karena kemarin saya sempat mengunjungi rumah mereka bertiga, tetapi mereka sendiri yang dengan secara ikhlas berbesar hati untuk menolak bantuan ini.” Ungkap Hari Pribadi, Camat Pakuniran, Senin (01/06).

Menurut Hari, tidak banyak masyarakat yang memiliki jiwa seperti mereka bertiga, pasalnya alasan mereka bertiga mengembalikan bantuan BLT-DD ini atas dasar merasa mampu dan malu menerima bantuan tersebut.

“Alasan mereka bertiga menolak bantuan BLT-DD itu karena yang pertama merasa mampu, dan yang kedua mereka merasa malu menerima bantuan tersebut, sekalipun mereka bertiga menurut kami layak untuk mendapatkan bantuan BLT-DD, karena dari segi ekonomi mereka semua terdampak Covid-19, nah jiwa-jiwa seperti inilah yang kita butuhkan dalam pemberian bantuan seperti ini, kerena tidak banyak masyarakat yang mempunyai jiwa besar seperti ini.” Tambahnya.

Dan nantinya dana bantuan yang sudah dikembalikan kepada pemerintah Desa Bimo itu akan disalurkan kepada masyakat desa setempat yang membutuhkan, melalui Musyawarah Desa (MusDes).

“Nanti dari desa itu akan mengadakan Musdes dengan BPD setempat, untuk dialihkan kepada orang yang berhak menerima Bantuan tersebut.” ucapnya.

Ia berharap semoga tindakan dari ketiga warga Desa Bimo itu menjadi pembelajaran bagi para warga kecamatan Pakuniran yang lainnya untuk ditiru.

“Harapannya bagi kami selaku pemerintah di Kecamatan Pakuniran, kepada warga kecamatan Pakuniran bisa meniru jiwa besar dari orang tersebut yang menolak BLT-DD, jangan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, sebenarnya kami semua (pemerintah) ingin membagikan bantuan secara merata kepada masyakarak, namun karena aturan yang membatasi, sehingga untuk persyaratan BLT ini sangat ketat, sehingga, orang-orang yang masuk dalam persyaratan tersbut bisa terpilih dan didata oleh pemerintah Desa.” tandasnya. (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here