Kritisi Kemiskinan, Kantor Bupati Probolinggo Di Demo LSM

Berapi-api : Samsuddin, Bupati Lira Kabupaten Probolinggo, berorasi didepan Kantor Bupati Probolinggo.

Urbanjatim.com, Probolinggo – Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi demontrasi didepan kantor Bupati Probolinggo, yang berada di Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan, Senin, (02/03).

Demontrasi ini adalah buntut dari pengusiran wartawan yang sedang melakukan peliputan, dan intimidasi terhadap aktivis LSM yang saat itu melakukan fungsi kontrol oleh oknum Inspektorat Pemkab Probolinggo di Kantor Kecamatan Kotaanyar, beberapa hari yang lalu.

“Kami meminta agar oknum inspektorat yang melakukan intimidasi dan pengusiran kepada wartawan dan LSM harus mundur dari jabatannya, karena sebagai pejabat negara tidak baik jika mempunyai sifat yang arogan.” Tegas Samsuddin, Bupati Lira Kabupaten Probolinggo dalam orasinya.

Selain itu, massa juga menuntut keterbukaan Informasi Publik dari pemkab Probolinggo yang dinilai tidak transparan, dan selanjutnya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo.

“Perlu diketahui, Berdasarkan data BPS Jatim, bahwasanya Kabupaten Probolinggo adalah daerah termiskin ke-empat di Jawa Timur, dan Bupati jangan pernah malu untuk mengakui hal itu, dan seharusnya Bupati mengevaluasi kinerjanya dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo.” Lanjutnya dengan nada yang ber api-api.

Samsuddin menegaskan, bahwasanya kedatangannya ini adalah murni untuk membangun Kabupaten Probolinggo lebih baik kedepannya.

“Kami tegaskan, kami datang kesini tidak butuh uang, tidak butuh proyek, dan tidak ada unsur politik, kedatangan kami kesini ini murni karena kami peduli dan cinta kepada Kabupaten Probolinggo, agar Kabupaten Probolinggo menjadi Kabupaten yang maju dan lebih baik.” Tegasnya.

Ia mengancam jika tuntutannya tidak di penuhi, maka pihaknya akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih besar.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi oleh pemerintah, maka kami akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih besar.” Pungkasnya.

Sekitar kurang lebih satu jam berorasi, para perwakilan massa di persilahkan untuk masuk kedalam kantor Bupati Probolinggo, namun sayang, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari tidak nampak di kantor Bupati, sehingga para perwakilan massa aksi ditemui oleh, Tutug Edi Utomo, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ugas Irwanto, Kepala Bakesbangpol, Sigit Sumarsono Kepala Inspektorat, dan Heri Mulyadi Kabag Humas Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Probolinggo.

Menanggapi tuntutan massa aksi, Sigit Sumarsono kepala Inspektorat Pemkab Probolinggo mengatakan, pihaknya telah mencatat dan menerima tuntutan dari para massa aksi, dan selanjutnya pihaknya akan melaporkan apa yang menjadi tuntutan itu kepada Bupati Probolinggo.

“Kami telah menerima dan mencatat semua tuntutan dari massa aksi, dan selanjutnya kami akan melaporkan apa yang menjadi tuntutan itu kepada atasan (Bupati, Red) untuk dilakukan tindak lanjut.” Jelasnya. (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here