Puskesmas Lumbang, Gelar Pelatihan Emo-Demo

Suasana Pelatihan Emo-Demo di Puskesmas Lumbang, Fs/Urbanjatim.com

Urbanjatim.com, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), yang bekerjasama dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), kembali melakukan kegiatan pelatihan di Puskesmas Lumbang Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/02).

Pelatihan yang digelar selama 2 hari itu di ikuti oleh 80 kader posyandu di wilayah kecamatan lumbang.

Dr. Henny kepala Puskesmas Lumbang dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan di pelatihan emo-demo kepada para kader di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STiKes), Hafsawati Genggong, pada senin (17/02) kemarin.

“Kegiatan pelatihan di tingkat kecamatan ini, merupakan follow up dari kegiatan pelatihan yang dilakukan di STiKes Hafsawati Genggong kemarin.” Ujar Dr. Henny

Menurut Dr. Henny, kegiatan pelatihan emo-demo ini dinilai penting dilakukan kembali di kecamatan lumbang, karena data stunting di kecamatan tersebut pada bulan agustus tahun 2019, berkisar pada angka 20 %.

“kenapa kita kembali melakukan pelatihan di tingkat kecamatan hari ini, karena berdasarkan data timbang pada bulan agustus kemarin, data stunting di wilayah kita (Kecamatan Lumbang, red), berada pada angka 20 %, berarti dari 10 balita di wilayah kita, ada 2 balita yang pendek (stunting), dan selanjutnya tidak semua balita datang secara rutin ke posyandu, dan ada lagi ibu tidak memberikan asi ekslusif kepada bayinya. ” Lanjutnya

Dan dengan adanya pelatihan emo-demo ini tingkat kecamatan ini, diharapkan bisa menumbuhkan keterampilan bagi para kader, supaya para ibu hamil dan ibu menyusui tertarik untuk datang ke posyandu.

“Nah diharapkan adanya keterampilan dari ibu-ibu kader semua, sehingga kegiatan di posyandu itu menarik, akhirnya banyak yang datang ke posyandu.” Harapnya.

Nah dengan antusiasnya ibu hamil dan ibu menyusui datang ke posyandu, diharapkan bisa mengurangi angka stunting yang ada di kecamatan Lumbang.

“nah dengan banyaknya ibu-ibu yang datang ke posyandu, diharapkan bisa mengurangi angka stunting di wilayah kita, dengan cara memberikan pengertian kepada para ibu-ibu menyusui untuk tidak lagi memberikan susu formula kepada balitanya, melainkan memberikan ASI eksklusif.” Pungkasnya. (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here