Sekolah Menengah Kejuruan Miftahul Huda Alaskokon Modung Launching Program SMK Mini

Urbanjatim.com, Bangkalan –  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Miftahul Huda di bawah naungan Yayasan Al Mahdiyin Alaskokon Modung Bangkalan, launching program SMK mini dengan produk unggulan olahan masakan khas madura yang diawetkan secara alami.

Acara yang digelar di halaman tempat produksi “Bebek Awet Madura” desa Alaskokon Kecamatan Modung pada hari Senin siang (2/3) dihadiri oleh beberapa Tokoh, Ulama’, Jajaran Muspika Kecamatan Modung serta perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur serta Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan serta para pengawas sekolah.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Miftahul Huda Alaskokon yang memiliki dua jurusan yaitu Audio-video dan Akuntansi ini berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Yasin di bawah asuhan Kiyai Sulahak, memiliki konsep Enterpreneur Islamic Boarding School dengan mengadakan pelatihan dan produksi Pengawetan Makanan Tradisional Madura (bebek) dalam kemasan kaleng tanpa bahan pengawet yang dibimbing langsung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yogyakarta.

Muhammad Karimullah selaku Kepala SMK Miftahul Huda memaparkan kalau program SMK mini ini merupakan salah satu program unggulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam mengelola nawa cita untuk mengakselerasi pembangunan perekonomian dan meningkatkan keterampilan masyarakat Jawa Timur khususnya siswa siswi kejuruan yg berada dalam naungan Pondok Pesantren serta masyarakat daerah terpencil. tujuan dari program ini sama sekali tidak ada maksud untuk mendapatkan program apalagi mendapatkan keuntungan dari program.

“Program SMK mini ini merupakan salah satu program unggulan ibu Gubernur Khofifah dalam untuk mengakselerasi pembangunan perekonomian serta meningkatkan keterampilan masyarakat Jawa Timur khususnya siswa-siswi kejuruan yg berada dalam naungan Pondok Pesantren serta masyarakat yang tinggal di daerah terpencil kalau kami hitung dan kalkulasi, sudah kami lipatgandakan tiga sampai empat kali dan semua gedung yang dibangun ini murni dari swadaya masyarakat kami hanya dibantu peralatannya saja dan jadi perlu kami garisbawahi bahwa kami sama sekali tidak ada maksud untuk mendapatkan program apalagi untuk mendapat keuntungan dari progaram”. Terangnya.

Lebih lanjut Karimullah menjelaskan kalau dirinya sudah sangat lama memiliki cita-cita untuk mendirikan pabrik dan itu bukan tanpa alasan sebab dirinya berpaya mengangkat dan memperkuat finansial serta tonggak perekonomian masyarakat sekitar khususnya.

“saya sama sekali tidak ada minat untukendirikan Pondok Pesantren karena di daerah sini adalah basis pesantren, yang saya minati adalah mendirikan pabrik karena di sini belum ada”. Imbuh lulusan MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto serta IPB ini.

Untuk melakukan uji coba pasar potensial Bebek Awet Madura ini, karimullah memilih memasarkan ke luar negeri terlebih dahulu karena ingin melakukan brainwoshing konsumen bahwa produk yg asli dari desa ini ternyata mampu menembus pasar internasional harapannya produk ini mudah diterima oleh masyarkat luas. Selain itu dirinya dalam satu tahun ke depan menargetkan mampu membuat 6 produk, sehingga nantinya setiap 6 produk berkembang menjadi masing-masing 3-4 varian/rasa. Produk Bebek Awet Madura ini telah sampai di negara-negara strategis yang merupakan mitra expor Indonesia, dianyaranya adalah Saudi Arabia, Singapura, Thailand, Rusia, Jepang, dan Australia.

“kami lebih memilih memasarkan ke luar negeri terlebih dahulu karena ingin melakukan brainwoshing konsumen bahwa produk yg asli dari desa ini ternyata mampu menembus pasar internasional, sehingga harapan kami produk ini akan dengan mudah diterima oleh masyarkat luas dan dalam satu tahun ini kami menargetkan mampu membuat 6 produk. Sehingga bisa jadi setiap 6 produk berkembang menjadi masing-masing 3-4 varian“. Pungkasanya. (Ikh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here