Tolak RUU HIP, Puluhan Ulama’ dan Ormas Bacakan Deklarasi

Urbanjatim.com, Probolinggo _ Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) masih terus bergejolak. Berbagai pihak melakukan aksi deklarasi penolakan terhadap RUU HIP yang pembahasannya masih di tunda itu.

Seperti yang di lakukan Aliansi Ulama’ Setapal Kuda (AUTTADA) bersama 23 Organisasi Masyarakat lainnya, termasuk Pemuda Pancasila, melakukan deklarasi pernyataan sikap untuk menolak RUU HIP kembali di bahas. Pernyataan itu dibacakan tepat di depan kantor AUTADDA, yang terletak di Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Pada Minggu (5/7/2020).

Dalam deklarasi tersebut mereka meminta RUU HIP harus diberhentikan prosesnya; lalu Mengusut tuntas bagi pihak2 yang mengusungkan RUU HIP; kemudian menyatakan bahwa para ulama juga berperan saat membuat Pancasila; dan Menolak keras kebijakan pemerintah di bidang perekonomian yang mengarah pada sistem kapitalis dan sosialis; serta meminta untuk membatalkan rencana penggabungan pendidikan agama dengan pendidikan kewarganegaraan dan lainnya.

Menurut Mawardi, selaku koordinator lapangan dalam pernyataan sikap itu mengatakan bahwa Pancasila itu sudah final dan tidak bisa di otak atik lagi.

“Yang namanya pancasila, mulai dari sila pertama sampai 5 itu sudah final. Tetapi muncul persoalan baru dan Pancasila di ringkas menjadi trisila dan di ringkas lagi menjadi Ekasila. Kalau begini bukan pancasila lagi ini” Jelas, sekertaris Auttada ini.

Apabila pemerintah tidak mau memberhentian pembahasan pancasila tersebut, atau tidak mau membatalkan RUU HIP maka pihaknya akan menyatakan jihat serta menyerukan “Hidup mulia atau mati syahid” Tegasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Harris, selaku Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan bahwa pihaknya menolak RUU HIP kembali di bahas, menurutnya pancasila sudah final.

“Pancasila itu sudah final, tidak ada lagi Eka sila, apalagi yang lain-lainnya. Semua poin itu kami tolak, karena dari poin-point itu sudah jelas sekali merubah pancasila. Termasuk itu (TAP MPRS nomor XXV/MPRS/1996, tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, red)” Jelasnya, saat di mintai keterangan.

Masih dengan Haris, ia menyatakan bahwa pihaknya terlahir untuk membela pancasila dari orang-orang yang ingin menghancurkan pancasila.

“Pemuda pancasila adalah garda terdepan yang akan melawan siapapun yang akan mencoba merubah Pancasila” Katanya dengan nada tegas.

Saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi ke beberapa ormas baik di Kabupaten dan Kota untuk melakukan aksi terkait penolakan itu. Jika tidak di indahkan, maka pihaknya akan melawan (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here