Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Haul dan Harlah ke-71 Ponpes Nurul Jadid Probolinggo di Tunda

Kantor Pesantren Nurul Jadid, beserta surat pemberitahuan penundaan Haul dan Harlah ke-71 PPNJ (Istimewa)

Urbanjatim.com, Probolinggo – Wabah virus Corona  atau yang biasa disebut Covid-19 yang merebak di Indonesia akhir-akhir ini, membuat Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo menunda peringatan Haul dan Harlah yang ke-71.

Hal itu ditegaskan dengan dikeluarkannya surat edaran resmi dari pesantren tertanggal 15 maret 2020, dengan nomor surat NJ-B/0208/A.III/03.2020, yang menyatakan bahwasanya Haul dan Harlah ke-71 Ponpes Nurul Jadid yang semula akan dilaksanakan pada minggu 22 Maret 2020 yang akan datang ditunda, sampai dengan waktu yang ditentukan.

Dalam surat pemberitahuan yang ditanda tangani oleh pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini dan Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abd Hamid Wahid itu, menjelaskan penundaan ini dilakukan dengan memperhatikan surat edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dengan nomor surat, SR.03.04/II/55/2020.

selanjutnya memperhatikan surat edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan nomor, B-574.1/DJ.I/HM.01/03/2020, dan surat edaran dari Pengurus Pusat Rabithah Ma’had Islamiyah (PPRMI) dengan nomor, 835/A/PPRMI/SE/III/2020, tentang pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Penundaan Haul dan Harlah Ponpes Nurul Jadid itu dibenarkan oleh salah satu keluarga pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Gus Sholahuddin Wahid.

“iya mas benar, haul dan harlah Ponpes Nurul Jadid ditunda, sesuai dengan surat pemberitahuan yang beredar luas di media sosial mas, dan sampai kapan ditundanya kami masih belum bisa memastikan mas, ditunggu info selanjutnya dari Pesantren” Ujarnya saat dihubungi melalu Whatsapp.

namun demikian, Gus Sholah meminta agar semua santri, wali santri dan alumni agar tidak panik dan tetap harus selalu waspada.

“Kami himbau untuk tidak panik, tetap waspada jaga kesehatan dan selalu berdoa agar dijauhkan dari wabah virus corona.” Pungkasnya. (Yf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here