Gandeng GAIN, Dinkes Gelar Pelatihan Emo-Demo

Suasana didalam kelas, saat pelatihan Emo-Demo dilaksanakan, Fs/Urbanjatim.com

Urbanjatim.com, Probolinggo – Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Probolinggo, bekerja sama dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), mengadakan pelatihan Emo Demo untuk Kader Posyandu di 15 Puskesmas di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Senin (17/02).

Pelatihan yang diikuti oleh 760 orang peserta ini, akan dilaksanakan secara pararel selama 5 hari kedepan, Sebagai narasumber hadir sebanyak 10 Master Of Training (MOT) yang handal. Dalam pelatihan ini peserta dibagi menjadi lima Kelas Besar, dengan jumlah peserta dimasing-masing kelas 32 peserta, didampingi oleh dua orang MOT.

Diketahui, 15 Puskesmas yang saat ini mengukuti Pelatihan yakni, Puskesmas Sukapura dengan jumlah Posyandu sebanyak 35, Puskesmas Kuripan dengan 25 Posyandu, Puskesmas Bantaran dengan 53 Posyandu, Puskesmas Leces, dengan 39 Posyandu, Puskesmas Jorongan, dengan 20 Posyandu, Puskesmas Tegalsiwalan, dengan 40 Posyandu, Puskesmas Krucil dengan 45 Posyandu,

Selanjutnya, Puskesmas Condong, dengan 24 Posyandu, Puskesmas Kotaanyar, 48 Posyandu, Puskesmas besuk, 36 Posyandu, Puskesmas Bago, dnegan 30 Posyandu, Puskesmas Pajarakan, dengan 42 Posyandu, Puskemas Wonomerto, 41 Posyandu, Puskesmas Lumbang, 35 Posyandu, dan Puskesmas Sumberasih dengan 55 Posyandu.

MOT saat memberikan materi dengan bentuk Games kepada peserta. Fs/urbanjatim.com

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, kegiatan Emo Demo ini penting dilakukan di tiap puskesmas dan posyandu, pasalnya sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi untuk prioritas perbaikan gizi pada seribu hari pertama kehidupan (Gerakan 1000 HPK) telah menetapkan empat strategi utamanya.

“Meliputi, menjadikan perbaikan gizi sebagai arus utama pembangunan, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di semua sektor, peningkatan intervensi berbasis bukti yang efektif serta peningkatan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Dan melalui pelatihan ini, bisa memberikan bekal kepada para kader untuk bisa menerapkan Emo Demo dimasing-masing posyandu, agar ibu hamil dan ibu menyusui bisa mengerti pentingnya perubahan perilaku yg baik. “Dengan kegiatan ini, bisa memberikan bekal keilmuan dan pemahaman kepada para peserta untuk bisa menerapkan Emo-Demo, minimal dalam kehidupan sehari-hari dan semoga nanti bisa diketuk tularkan kepada masyarakat sekitar.” tegas Anang.

Peserta saat menyimak materi yang disampaikan MOT, Fs/ Urbanjatim.com

Pasca kegiatan pelatihan ini, diharapakan pula, 15 puskesmas yang saat ini mengikuti pelatihan, sudah bisa menerapkan Emo Demo dilingkungan masing-masing. “usai kegiatan pelatihan ini, diharapkan 15 Puskesmas yang saat ini mengikuti pelatihan, bisa langsung menerapkan Emo-Demo di lingkungan masing-masing”. Harapnya.

Dan di tahun 2020 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, menargetkan semua puskesmas di lingkungan Pemkab Probolinggo sudah bisa menerapkan perilaku Emo Demo, “Pada tahun ini, target kami, semua Puskesmas sudah bisa menerapkan Emo Demo di puskesmas masing-masing.” Pungkasnya (Fs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here