Hadiri Penguatan Pembangunan Zona Integritas WBK di Rutan Kelas II.B Kraksaan, Staf Ahli Kemenkumham Bidang Politik dan Keamanan Tegaskan Rutan dan Lapas Harus Bebas Pungli.

Y Ambeg Paramarta Staf Ahli Kemenkumham Bidang Politik dan Keamanan, saat menghadiri acara Penguatan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK / WBBM di Rutan Kelas II.B Kraksaan

Urbanjatim.com, Probolinggo – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menegaskan pembebasan napi jangan sampai ada pungli. Jika itu terjadi, maka sanksinya tak segan sampai pemecatan yang bersangkutan.

Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Kemenkumham Bidang Politik dan Keamanan Y Ambeg Paramarta, pada saat mengahdiri acara penguatan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Rumah Tahanan Kelas II.B Kraksaan Rabu (12/08/2020).

Menurutnya, asimilasi diberikan atas dasar kemanuasian. Yang mana seruluh dunia diterpa oleh pandemi Covid-19.

“Ini karena kemanusiaan, terkait dengan wabah. Karena itu orang orang yang kemudian menarik keuntungan dari situ adalah orang yang mempunyai moralitas yang rendah, ” katanya.

Karena itu, Yasona Laoly selaku Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia menegaskan jika ada pungli masyarakat diharap segera melaporkan. Dan pihaknya akan melakukan tindakan yang tegas jika memang benar terjadi.

“Untuk sanksinya bisa langsung pemecatan. Karena ini termasuk pelanggaran berat. Karena ini upaya pemerintah untuk tidak hanya proses pembinaan, tapi ini terkait pandemi yang melanda. Sehingga upaya melakukan pengutan dianggap bertentangan dengan kebijakan nasional. Dan itu pak menteri tegas mengatakan hal itu, ” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Kafi, Kelapa Rutan Kraksaan mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Rutan Kraksaan belum ditemukan adanya pungli. Jika itu ditemukan dan dilakukan oleh anak buahnya ia tak segan memberikan sanksi yang tegas.

“Pungki tidak ada disini. Dan kami sudah disurvey disini tidak ada. Jika ada anggota kami yang melakukan pasti akan kami beri sanksi, ” tegasnya. (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here