Harga Kebutuhan Pokok Melambung Tinggi, Disperindag Kabupaten Probolinggo Lakukan SIDAK

Urbanjatim.com, Probolinggo – Melonjaknya harga kebutuhan pokok selama perayaan Tahun Baru Imlek, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menggelar inspeksi mendadak ke pasar daerah. Sidak itu untuk memantau harga kebutuhan pokok yang riil di lapangan.

Seperti kemarin, sidak dilakukan di Pasar Semampir. Kegiatan itu dipimpin Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi dan Ketua Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo yang juga Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setyono. Sidak juga melibatkan beberapa perangkat daerah terkait.

Setibanya di pasar, tim gabungan langsung memantau harga kebutuhan bahan pokok. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, mi instan, tepung terigu, dan susu. Pemantauan kemudian dilanjutkan dengan memantau harga daging sapi, daging ayam, dan ikan segar yang berada di tengah-tengah pasar.

Tidak hanya memantau harga, tim juga melihat kualitas daging ayam, daging sapi, dan ikan segar yang dijual oleh para pedagang. Sidak ini juga memantau harga dan ketersediaan bahan penting lainnya seperti cabai merah besar, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, kacang hijau, kacang tanah, kol, kentang, tomat, wortel, dan kubis.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, monitoring dan sidak harga kebutuhan bahan pokok ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan harga. “Ternyata dari hasil informasi yang kami dapatkan dari beberapa pedagang, ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Yang paling menonjol adalah komoditas gula dan diikuti oleh minyak goreng,” katanya.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu menerangkan, sidak itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo untuk mendengarkan keluhan dari para pedagang. “Alhamdulillah, saat ini sudah ada beberapa bahan pokok dan bahan penting lainnya, harganya sudah mulai turun. Puncaknya adalah pada saat perayaan Tahun Baru Imlek kemarin. Faktor utamanya adalah teori pedagang. Jika permintaan meningkat, maka stok akan berkurang. Hal inilah yang menyebabkan harganya naik,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here