Oknum Polisi Resort Sumenep Lakukan Pemukulan Terhadap Relawan Covid-19 Di Pragaan

Satgas covid-19 sedang melakukan foto bersama di Posko PAM Pragaan Sumenep

Urbanjatim.com, Sumenep – Seorang polisi selaku penegak hukum mestinya melindungi dan mengayomi masyarakat, namun tidak demikian yang dilakukan oleh seorang anggota Polisi Resort Sumenep bernama Ismail, ia diduga telah melakukan pemukulan terhadap Faiqul Khoir selaku koordinator Gusdurian Peduli Covid-19 pada Sabtu (18/4) sekitar jam 22.00 WIB di warung makan dekat Posko PAM Covid-19 yang berada di pintu gerbang perbatasan Pamekasan-Sumenep Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan.

Faiq (biasa dipanggil) menuturkan, peristiwa itu terjadi sesaat setelah dia dan kawan-kawannya membagikan paket bantuan berupa makanan dan seperti biasanya mereka mengambil foto sebagai dokumentasi dari kegiatannya setelah itu mereka istirahat dan makan di sebuah warung yang tidak jauh dari Posko dan tiba-tiba dari belakang datang seorang petugas kepolisian langsung memukul kepala Faiq dengan senter sebanyak tiga kali.

“setelah kami selesai membagikan paket makanan kepada petugas yang berjaga di Posko, lalu kami ambil foto untuk dijadikan dokumentasi, setelah itu kami pergi ke warung makan tanpa diduga tiba-tiba ada petugas datang dan memukul kepala saya dengan nada marah meminta kepada kami untuk menghapus foto yang kami ambil”. Terangnya.

Lebih lanjut Faiq menjelaskan sebenarnya tidak ada alasan yang jelas kenapa petugas itu memukul dirinya karena menurut dia sudah biasa para relawan mengambil foto di lokasi Posko sebagai prosedur pendokumentasian di setiap kegiatan Gusdurian peduli.

“kami sudah biasa mengambil foto setiap ada kegiatan pembagian di beberapa Posko, mas. Jadi secara prosedur kamu sudah benar dan tidak ada pelanggaran hukum di sana”. Imbuhnya kepada urbanjatim.com.

Sementara itu A’ak Abdullah Al-Kudus selaku Ketua Umum Gusdurian menyayangkan atas terjadinya peristiwa ini, dia meminta kepada Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi supaya memberikan sanksi yang tegas kepada anggotanya yang diketahui bernama Ismail tersebut dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada korban dan secara terbuka melalui mass media

“kami minta kepada Kapolres Sumenep supaya memberikan sanksi tegas kepada anak buahnya danerintahkan supaya yang bersangkutan meminta maaf kepada korban dan secara umum melalui media massa”. Apabila permintaannya tidak dikabulkan, maka dia mengancang akan menempuh jalur hukum”. Terangngnya.
(Mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here