Rencana Pencabutan Subsidi Gas 3kg, Ibu Rumah Tangga Banyak Mengeluh

urbanjatim.com – Isu akan dicabutnya subsidi gas elpiji tiga kilogram oleh pemerintah, hingga kini terus menjadi keluhan dan perbincangan masyarakat, utamanya di kabupaten probolinggo, keluhan itu disampaikan oleh ibu rumah tangga , pedagang kaki lima, hingga pemilik usaha rumah makan.

Ramainya isu pencabutan gas elpiji yang dari harga 18 ribu rupiah menjadi 35 ribu hingga 45 ribu rupiah ini, memantik perhatian ibu rumah tangga dan pemilik usaha rumah makan dan toko, serta pedagang kaki lima.

Dewi kurnia salah satu pemilik toko kelontong merasa keberatan tentang perencanaan pencabutan subsidi gas lpg 3 kg, pasalnya banyak pelanggan gas lpg ditoko kelontong miliknya adalah masyarakat yang notabene menengan kebawah. “jika gas lpg 3 kg benar-benar dicabut mas, maka akan berdampak kepada para pembeli dan pengguna gas lpg 3kg di toko kelontong saya mas, karena banyak yang ekonominya dibawah rata-rata mas” Ujar Dewi Kurnia.

Keluhan rencana pencabutan subsidi gas lpg 3kg juga disampaikan oleh Marry Novita salah satu ibu rumah tangga, menurut Marry jika pemerintah benar-benar mencabut subsid gas lpg 3kg maka banyak ibu rumah tangga yang merasa keberatan, pasalnya setiap hari ia dan ibu rumah tangga lainnya memasak menggunakan gas lpg 3 kg.

“Waduh, penghasilan suami tiap bulannya saja tidak cukup mas untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ini malah sudah ada rencana pencabutan subsidi, nanti akan kebingungan kita ini mas.” kata Mary kepada urbanjatim.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here