Satu Rumah Ambruk, Akibat Hujan dan Angin Kencang di Probolinggo

Rata dengan Tanah : Kondisi Rumah Pagiono, saat Roboh. Fs/Urbanjatim.com

Urbanjatim.com, Probolinggo – Akibat hujan deras disertai angin kencang, yang melanda Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo pada senin malam (17/02), mengakibat satu rumah di desa triwungan kecamatan setempat roboh, Rumah itu diketahui milik Pagiono, warga dusun Kembang Anyar Rt 26, Rw 12, Desa Triwungan.

Pagiono menyebutkan, Pada malam hari sebelum rumahnya roboh itu, di Kecamatan Kotaanyar memang sedang turun hujan dan disertai dengan angin kencang pada sore harinya.

Nah pada saat hujan lebat itulah, Pagiono mendengar kusen rumahnya patah seperti akan roboh, namun sampai keesokan harinya masih belum terjadi apa-apa.

“pada saat itu memang hujan deras disertai anginnya juga, dan saat hujan masih deras-derasnya, saya mendengar kayu kusen rumah itu berbunyi, seperti patah mas, tapi sampai pagi masih belum terjadi apa-apa.” Ujarnya, Rabu (19/02).

Karena tidak terjadi sesuatu itulah Pagiono beserta istri dan anaknya melakukan kegiatan seperti biasa.” Saya dan istri berangkat kerja, dan anak berangkat sekolah mas,” Sambung Pagiono.

Namun pada saat saya sedang bekerja, tiba-tiba ia di hubungi oleh tetangganya, bahwasanya rumah miliknya roboh, “Mendengar kabat itu saya kaget dan langsung pulang ke rumah mas, untuk memastikan kabar itu, dan benar rumah saya sudah rata dengan tanah.” Ucap Pria berambut kriting itu.

Kemudian, kabar robohnya rumah Pagiono itu didengar oleh Kepala Desa Triwungan, “ Pak Kades langsung kesini mas, dan langsung mendatangkan material bangunan, dan meminta warga untuk kerja bakti membangun rumah saya mas.” Pungkasnya.

Dikonformasi terpisah, Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni mengatakan, ia memilih untuk langsung mendatangkan material bangunan dan meminta warga untuk bergotong royong membangun kembali rumah Pagiono itu karena hal itu adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah desa dalam memberikan pelayanan terhadap warganya.

“Itu adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai aparatur desa, dan kami langsung saat itu juga berinisiatif untuk membangun kembali rumah itu, agar Pagiono dan keluarganya bisa mempunyai tempat tinggal lagi mas.” Ujarnya.

Joni panggilan akrabnya mengatakan, rumah itu memang sudah tidak layak huni dan pada tahun 2020 sudah dianggakan pada Anggaran Dana Desa dengan item Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Dan memang rumah itu sudah dalam kondisi rapuh, kami sudah menganggarkan pembangunan RTLH terhadap rumah Pagiono itu pada Anggara Dana Desa (ADD) tahun 2020, namun saat ini masih belum turun mas, namun kami berinisiatif untuk terlebih dahulu menggunakan dana pribadi untuk membangun rumah itu, tanpa harus menunggu Anggaran Dana Desa (ADD) turun mas.” Pungkasnya. (Fs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here