Seiring Perkembangan Zaman Dan Canggihnya Teknologi, Kampung Ilmu Di Surabaya Semakin Sepi Pengunjung

Suasana Kampung Ilmu Surabaya Sepi Pengunjung, Ikhsan/Urbanjatim.com

Urbanjatim.com, Surabaya – Sebuah Komplek yang merupakan pusat buku bekas dan murah yang berlokasi di Jalan Semarang, No 55 Surabaya Jawa Timur, semakin hari semakin sepi dari pengunjung.

Pusat toko buku murah yang tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi Surabaya ini, diresmikan pada 07 April 2008, sejatinya adalah relokasi bagi pedang buku bekas yang berjejer di sepanjang jalan Semarang Surabaya yang hendak digusur oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Namun hasil kesepakatan antara pemerintah, para pedagang, kelompok yang mengatasnamakan pembeli buku akhirnya para pedagang tidak jadi digusur melainkan direlokasi ke sebuah lahan kosong yang dulunya sempat dijadikan tempat pembuang sampah oleh masyarakat sekitar.

Di tempat ini sempat menjadi primadona bagi para akademisi mulai pelajar, mahasiswa sampai dosen yang hendak mencari literasi. Hampir semua jenis buku ada di sini mulai dari buku paket Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, baik buku-buku bekas maupun yang baru.

Namun kondisi saat ini begitu memprihatinkan pasalnya pengunjung yang datang setiap hari semakin berkurang. Hasyim salah satu pedagang yang sudah sepuluh tahun berjualan di sini mengaku kalau tokonya jarang dikunjungi pembeli.

“di sini sekarang sepi mas, kalau dulu waktu awal-awal pindah ke sini masih lumayan rame setiap hari bisa memperoleh omzet Rp 500.000-700.000, untuk sekarang paling banyak Rp. 300.000 bahkan kadang sama sekali tidak ada yang beli. Terang Hasyim pedagang asal Sumatera ini.

“Sekarang zaman sudah maju dan perkembangan teknologi semakin canggih mas, orang butuh literasi tinggal cari di internet atau beli buku online makanya jarang orang yang datang kesini”, pungkasnya. (Ikh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here