Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Probolinggo Kembali ditunda

PROBOLINGGO – Sidang ijazah palsu dengan terdakwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR-D) Kabupaten Probolinggo dari partai Gerindra Abdul Kadir kini sudah memasuki agenda sidang pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum.

Namun pembacaan tuntutan yang diagendakan pada selasa (18/1/2020) itu kembali ditunda, pasalnya pihak jaksa penuntut umum masih belum menerima putusan tuntutan dari kejaksaan tinggi (Kejati) Surabaya,
diketahui pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum awalnya diagendakan pada kamis (16/1/2020) dan ditunda pada selasa (18/1/2020) dengan alasan yang sama.

“Sidang sekarang ditunda karena kami masih belum menerima putusan tuntutan dari kejati surabaya, dan semoga pada sidang berikutnya hari kamis sudah bisa dibacakan didepan persidangan” Kata Ardian Junaedi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/1/2020).

Namun disamping itu, Kuasa Hukum terdakwa Abdul kadir, Husnan Taufiq menyayangkan penundaan pembacaan tuntutan pada kali kedua ini, pasalnya menurut Husnan, masa tahanan terdakwa abdul kadir dalam kasus ijazah palsu ini berakhir pada 25 Februari 2020, dan majelis hakim harus membacakan putusan maksimal 10 hari sebelum masa tahanan berakhir.

“Ya mas, jika terus-terusan ditunda maka akan membuang-buang waktu, apalagi masa tahanan klien kami sampai 25 februari, dan majelis hakim harus membacakan putusan maksimal 10 hari sebelum masa tahanan itu berakhir, apalagi tahapan setelah tuntutan ini masih panjang sebelum masuk keagenda putusan” Jelas Husnan Taufiq.

Diketahui, Abdul Kadir salah satu anggota DPR-D Kabupaten Probolinggo dari partai Gerindra, diduga menggunakan ijazah palsu pada saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada pemilu 2019 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here