Sukses, Pemerintah Desa Paiton Sulap Tempat Angker, Menjadi Taman Desa

Pengunjung bersantai di taman wisata air desa Paiton, Faisol/Urbanjatim.com

Urbanjatim.com, Probolinggo – Unik, kata itu yang pasti terucap, saat kita mengunjungi Taman Wisata Air yang berada di Desa Paiton, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo ini, pasalnya taman desa yang dibangun oleh pemerintah desa setempat ini berada tepat di pinggir jalan yang berdampingan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Dengan gazebo yang di cat warna-warni ini, menambah kesan asik bagi para pengunjung untuk bersantai di taman desa yang dibangun sejak tahun 2017 ini.

Desy Wulandari (21), salah satu pengunjung asal Desa Gedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, mengatakan, lokasi wisata air ini menjadi tempat yang nyaman untuk ia dan kawan-kawannya bersantai.

“Tempatnya asik mas, dan sangat recommended sekali serta cocok bagi pemuda seperti kami untuk bersantai, apalagi berada tepat dipinggir jalan mas.” Ujar wanita dengan paras cantik ini.

Meskipun berdampingan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU), wanita dengan kacamata ini mengaku tidak takut, dan tidak ada kesan seram sama sekali, bahkan ia mengaku sangat senang karena tempatnya bersih, tertata dengan rapi, dan gazebo yang di cat warna-warni menimbulkan kesan asik.

“Sekalipun berada dekat dengan kuburan, tapi tidak ada kesan seram-seramnya mas, bahkan tempat ini sangat asik, apalagi ada gazebo yang warna-warni sangat cocok untuk dijadikan tempat selfi mas.” Ungkapnya sambil tersenyum.

Disamping itu, Abd Bazid Waridi, Kepala Desa Paiton, mengaku sengaja membangun taman desa yang berdekatan dengan kuburan, pasalnya sebelum dibangun taman, lokasi tersebut terkesan angker, bahkan jika sudah matahari terbenam banyak warga yang enggan melewati jalan tersebut.

“Kami memulai pembangunan pada tahun 2017, dan resmi dibuka pada februari 2018 mas, dan memang sengaja kami bangun taman desa ini disini (dekat kuburan, red), karena dulu sebelum dibangun disini, kalau sudah malam, banyak warga yang takut untuk lewat di jalan ini, karena gelap dan seram mas, mungkin karena dekat kuburan juga.” Ujarnya.

Nah, setelah dibangun taman desa, kesan seram itu sudah mulai hilang dibenak masyarakat, pasalnya, saban harinya taman itu selalu ramai di serbu pengunjung. “sekarang sudah tidak seram lagi mas, karena para pengunjung ke sini sampai malam mas, hanya untuk nongkrong bersama denga keluarganya.” Kata kades dengan kacamata itu.

Selain itu, taman wisata air ini juga menawarkan wahana perahu bebek yang bisa dinikmati oleh pengunjung untuk berkeliling sungai jambon, dan uniknya pemerintah desa tidak menetapkan tarif pasti kepada pengunjung untuk menaiki paruh bebek itu.

“Namanya juga wisata air mas, ya kita sediakan juga perahu bebek yang bisa di gunakan oleh pengunjung untuk mengelilingi sungai jambon mas, dan untuk tarifnya kami tidak tetapkan mas, ya pengunjung bayar dengan suka rela saja mas, dan hasil dari perahu bebek ini kami gunakan untuk uang kebersihan di sekitaran taman mas” Tambah Kades yang Karib di sapa Farid itu.

Setiap hari, lanjut Farid, rata-rata ada sekiltar 300 pengunjung yang bersantai di wisata taman air ini, tidak hanya dari warga desa setempat saja, melainkan dari desa lain juga mengunjungi taman wisata air ini.

“Setiap hari ramai mas, kalau dari pagi sampai malam itu ya, sekitar 300 orang yang datang kesini mas, dan bukan dari warga paiton saja mas, banyak yang dari luar juga dari Kecamatan Kotaanyar, Kecamatan Pakuniran juga kesini mas.” Pungkasnya.  (Fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here