Eks Napiter Adi Sapta Sebut Kerumunan di Kegaiatan Habib Rizieq Memicu Claster Baru Covid-19

JAKARTA, URBANJATIM.com – Mantan Narapidana Teroris (Napiter) Syailendra Adi Sapta, menyikapi kegiatan massa yang dilakukan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS)

Sapta yang juga sebagai Ketua Indonesia Anti Narkoba (INSANO) Cabang Kabupaten Pandeglang ini, menilai kerumunan massa disetiap kegiatan HRS dengan kelompoknya sangat berbahaya ditengah situasi Pandemi. Ia mengatakan bahwa massa yang memadati kegiatan HRS akhir-akhir ini dapat menyebabkan terjadinya claster baru Covid-19.

“Kegiatan sosialisasi massa yang dilakukan termasuk juga, selama masa Pandemi ini menimbulkan kejadian bencana baru Covid 19,” ucapnya kepada media, Senin, (30/11/2020).

Karena itu, Ia mendukung langka pemerintah untuk melakukan penertiban kepada kelompok-kelompok yang membuat kerumunan. Hal ini, menurutnya, harus dilakukan dalam rangka pencegahan dan penyebaran covid 19 yang sudah terjadi kurang lebih 10 bulan di Indonesia.

Ia pun mengajak masyarakat Kabupaten Pandeglang, khususnya masyarakat Banten dan seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak ikut dalam kegiatan yang mengundang kermaian, yang dilakukan kelompok manapun selama masa Pandemi

“Sebagai organisasi kemasyarakatan kami menolak kelompok manapun juga, masuk ke wilayah Banten untuk membuat kegitan yang dapat mengundang kerumunan massa, karena itu dapat memicu terjadinya claster baru covid-19,” tegas Sapta kepada media.

Diketahui kedatangan Habib Rizieq Shihab pada tanggal 10 November, disambut ribuan massa pendukungnya di Bandara Soehatta, terminal III. Ribuan massa itu memadati Bandara, hingga ke jalan.

Tidak sampai disitu, siang harinya disepanjang Jalan Petamburan Jakarta Pusat menuju kediaman HRS, ribuan massa pendukungnya pun menyambut kedatangannya.

Pada hari Jumat 13 November 2020 saat HRS akan melakukan kegiatan di Markas Syariah milik FBR di Kec. Megabendung Bogor juga terjadi pada massa. Saat itu ribuan massa yang datang dari Kabupaten Bogor, maupun Jabodetabek turut menyambut kedatangan HRS di Jl. Raya Puncak Gadok Bogor.

Lanjut lagi, pada tanggal 14 November HRS menyelenggarakan pernikahan Putrinya yang bersamaan dengan diselenggarakannya Maulidan. Pada saat itu juga-lagi-lagi telah terjadi kerumunan massa yang terjadi kejadian yang luar biasa covid 19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here