Nail Samuel Ungkapkan Harapan Jika Indonesia diusianya ke 100 Tahun

Foto istimewa : Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Nail Samuel Rupidara

URBANJATIM.COM, JAKARTA – Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Nail Samuel Rupidara yang mengatakan harapan kita semua bahwa Indonesia diusia ke 100 tahun nantinya akan menjadi Indonesia yang sejahtera dan makmur bagi rakyatnya.

Hal tersebut disampaikan pada saat sesi webinar “Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia,” via Zoom Aplikasi, Kamis (12/11). Hadir dalam webinar tersebut antaranya adalah Laus Deo Calvin Rumayom Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan dan HAM, Herepa Hesegem Perwakilan Generasi Muda Papua Pemerhati Pembangunan di Papua, Kepala Lembaga Layanan Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana Giner Maslebu, serta Dr (HC) Sudhamek AWS, SE, M.Sc, P.Hd.

“Kita berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih signifikan, semoga diharapkan Indonesia nanti pada usia 100 tahun akan menjadi Indonesia yang sejahtera dan makmur bagi rakyatnya. Indeks pembangunan manusia di Indonesia semakin naik sejak tahun 2017 – 2020,” kata Nail Samuel pada webinar bertajuk “Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia,” via Zoom Aplikasi, Kamis (12/11).

Untuk itu menurut Rektor UKSW ini, pemerataan pembangunan di era Presiden Jokowi juga dirasakan oleh Kawasan Indonesia Timur yang secara umum mengalami peningkatan. Kemiskinan juga semakin menurun seiring dengan pemahaman peningkatan dalam wawasan kebangsaan dan pancasila di wilayah Indonesia Timur.

“Jika diskriminasi tetap ada maka akan terjadi kesenjangan dan ketimpangan, untuk itu Indonesia dilambangkan dengan merah putih maka semua membawah kekayaan alam dan kulturalnya,” pungkasnya

Meskipun begitu, dia mengakui ketimpangan pusat dan daerah masih terjadi antar pulau-pulau. “Indonesia timur kuasai presentasi kemiskinan jika dibandingkan daerah lain yang ada di Indonesia yang mana ada 433 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik, rincian 325 desa di papua, 102 di maluku,” ngaku Nail Samuel.

Diacara yang sama Laus Deo Calvin, Deputi V Bidang Politik Kemenkunham RI Indonesia saat ini menjadi destinasi pariwisata dengan kekayaan alam yang melimpah.

“Indonesia dari Sabang sampai Merauke yaitu menjadi internasinal distination dengan terkenal kekayaan alam (pariwisata) dan semua menjadi potensi tapi tidak semuanya dapat dikelola yang memjadi aset negara/bangsa yang harus dikelola oleh masyarakat sehingga dapat dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat,” kata Calvin.

Ia mengaku bagaimana terjadi ketimpangan luar biasa bagi kawasan indonesia timur dimana dikatakan kawasan yang tertinggal maka Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT butuh waktu dalam pengembangan. Padahal potensi SDA cukup besar namun faktanya kita berada dalam indek miskin.

“Pembangunan nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, maka harus ada orientasi pemerintah yang jelas terutama dalam Kabinet Indonesi Maju dimasa presiden Jokowi,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah juga sedang mengembangkan isu strategis untuk kawasan Indonesia Timur, yakni pengembangan kawasan Biak, Pengembangan kawasan perbatasa darat dan laut (pos lintas) menjadi isu strategis nasional 2020 dan 2021-2023

“Isu strategis nasional pembangunan kawasan indonesia tinur; pemerintah terus berupaya membangun kawasan timur Indonesia yaitu pengembangan kawasan Biak, pengembangan kawasan perbatasan darat dan laut ( pos Lintas ) menjadi isu strategis nasional 2020 dan 2021-2023,” akunya.

Sementara kata Deputi V Bidang Politik Kemekumham ini, dukungan infrastruktur terbagi dalam kawasan industri bintuni, kawasan perdesaan prioritas, kawasan strategis Kawasan Ekonomi Khusus sorong dan parawisata Raja Ampat dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Morotai.

“Untuk menjadi prioritas Bapak Presiden dalam pelaksanaan pembangunan di indonesia bagian timur maka pembangunan permodalan kebihnekaan sebagai asset sekaligus kekuatan, regenerasi calon pemimpin berkarakter sesuai dengan nilai pancasila,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here