Prof Siti Zuhro Sebut Partisipasi diperlukan untuk Peradaban Masyarakat

URBANJATIM – Peneliti Senior LIPI, Prof. R Siti Zuhro, MA, menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh BEM UI adalah sebuah paparan ide, gagasan hasil komplentasi, renungan mendalam. Ini adalah gagasan. Sehingga, lanjutnya bahwa sebuah kelembagaan partisipasi itu sangat diperlukan.

“Kelembagaan partisipasi diperlukan, mengapa diperlukan karena agar tidak mengacaukan sistem demokrasi itu sendiri. Sebetulnya, sejak 98 demokrasi kita sampai sekarang belum subtansial, kita hanya berputar-putar pada tataran normatif saja,” pungkas Presidium Kahmi ini.

Menurut Prof Siti, 2024 kita harus membenahi partai politik bersama dengan politik hukumnya. Penegakan hukum yang mengedepankan keadilan sehingga kita harapkan akan terjadi pemilu yang menyejukkan, pemilu yang menyenangkan.

“Sehingga kita harus mampu membangun public trust, karena yang pertama demokrasi itu adalah membangun trust tadi itu. Kalau itu sudah dibangun maka kita sudah bisa menciptakan politik yang adil, dan tidak saling berkelahi, dan saling menghormati sesama. Karena esensi kita membangun demokrasi yakni membangun nilai-nilai,” pungkasnya.

“Jadi jika pemerintah kita menekankan membangun suatu SDM yang Unggul itu bukan lip service. Bahwa kita sadar di era Industri 4.0 atau society 4.0 kita akan tertinggal dengan negara-negara ASEAN. Kenapa? Karena kita tidak mempersiapkan diri,” lanjut Prof Siti.

Pemberdayaan dan pendidikan politik kita perlukan untuk mempersiapkan masyarakat yang memiliki akses politik maupun secara ekonomi, sehingga rasa memiliki dari warga negara. Jadi, masyarakat itu sadar hak dan kewajibannya baik itu politik dan secara ekonomi.

Sebagaimana diketahui, cuitan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kepada Presiden Jokowi menuai pro dan kontra di kalangan publik. Dalam kritikan tersebut, BEM UI menjuluki Jokowi sebagai King of Lip Service.

Kegiatan Webinar yang digelar PB IKAMI SULSEL mengambil tema “Menguji Cuitan BEM UI; dalam sorotan akademik dan basis data” diselenggarakan secara daring, pada Sabtu (24/07). Hadir sebagai narasumber Peneliti Civil Watch Ade Armando, Ketua Progres 98 Faizal Assegaf, peneliti senior LIPI Prof Siti Zuhro, dan Ketum DPP HMPI Andi Fajar Asti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here