Cegah Kekerasan, Pemkot Surabaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

SURABAYA – Mewujudkan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak membutuhkan kepedulian bersama. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui berbagai program, mulai dari edukasi keluarga, pencegahan kekerasan di lingkungan masyarakat dan sekolah, hingga pendampingan bagi korban.

Upaya ini tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kekerasan terjadi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengenali risiko sejak dini dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan tempat tinggal, hingga pemerintah dan lembaga terkait.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan terdekat anak. Keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu memiliki pemahaman yang sama tentang hak anak, pola pengasuhan yang tepat, serta pentingnya mengenali tanda-tanda ketika anak membutuhkan bantuan,” ujar Ida, Rabu (21/10/2026).

Salah satu langkah yang terus dikembangkan Pemkot Surabaya ialah program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS RPA). Program ini mendorong masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan permukiman yang aman, nyaman, edukatif, serta ramah bagi perempuan dan anak.

Melalui KAS RPA, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal, tetapi juga berperan aktif dalam memenuhi hak anak, mengenali potensi kekerasan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.

Pendekatan serupa juga diterapkan di lingkungan pendidikan melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH). Program ini ditujukan untuk mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang dihadapi siswa tingkat SD hingga SMP dan sederajat.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi, psikolog, aparat penegak hukum, dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu, Pemkot Surabaya memberikan pelatihan Konvensi Hak Anak kepada satuan pendidikan, satuan kesehatan, dan perangkat daerah untuk memperkuat pemahaman mengenai pemenuhan hak serta perlindungan anak.

Membangun Ruang Aman dari Rumah

Di balik upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak, keluarga menjadi salah satu fondasi utama. Pemkot Surabaya memperkuat peran tersebut melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), yang menyediakan berbagai layanan edukasi dan konsultasi bagi masyarakat.

Layanan tersebut mencakup konseling keluarga, kelas calon pengantin, kelas pengasuhan bagi orang tua, kelas parenting ayah, hingga edukasi melalui sekolah dan ruang digital. Pemkot juga mengembangkan layanan PUSPAGA di tingkat RW agar masyarakat semakin mudah memperoleh konsultasi dan informasi mengenai pengasuhan.

Ida menjelaskan, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan perempuan dan anak secara berkelanjutan. Melalui edukasi dan konsultasi, orang tua diharapkan mampu memahami kebutuhan anak sekaligus membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga.

“Penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan yang berkelanjutan. Melalui edukasi dan konsultasi, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat dengan anak, memahami kebutuhan tumbuh kembangnya, serta menciptakan rumah sebagai ruang aman bagi seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Selain penguatan keluarga, Pemkot Surabaya memperluas sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta perkawinan anak. Edukasi dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah dan instansi terkait.

Edukasi mengenai pencegahan terorisme dan radikalisme juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat. Penguatan wawasan kebangsaan, toleransi, dan kewaspadaan terhadap ideologi yang membenarkan kekerasan diharapkan dapat mendukung terciptanya kehidupan sosial yang aman dan harmonis.

Untuk memperluas akses informasi, Pemkot Surabaya turut mengoptimalkan aplikasi SIAP PPAK sebagai sarana berbasis web yang menyediakan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai perlindungan perempuan dan anak. (*)

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Urbanjatim.com @2026. All Rights Reserved.